Slider

Recent Post

Kabar Kampus

Agenda Kita

Math Education

Oase

Gallery

Indahnya Matematika

Matematika sebenarnya merupakan materi yang menyenangkan, jika kita pandai matematika berarti kita sudah terlatih untuk teliti, berpikir kritis dan praktis, namun banyak sekali siswa yang merasa bahwa matematika identik dengan pelajaran yang amat sulit dan menegangkan, sehingga kurang diminati oleh siswa. Berikut beberapa alternatif agar pembelajaran matematika jadi lebih menarik : 

1. Pemahaman rumus matematika dengan permainan. 

2. Penggunaan alat peraga 

3. Penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian harus dipahami benar, terutama dalam soal-soal yang bervariasi di dalam soal cerita. 

4. Sering mengadakan diskusi atau kerja sama untuk menentukan tahap-tahap penyelesaian soal-soal secara cepat, tepat dan mudah dipahami. 

5. Memperkenalkan berbagai macam bentuk bangun geometri melalui papan berpaku, sekaligus belajar mempelajari cara mencari luas dan volume bangun, mengukur panjang, pendek, berat suatu benda. Siswa dibiasakan untuk bisa menggambar sendiri bentuk bangun-bangun tersebut dan mencoba mengukur atau menimbang berat benda. Mencari simetri lipat. 

6. Fasilitas ruang kelas juga bisa digunakan sebagai alat peraga yang efisien misalnya belajar pengubinan. 

7. Untuk mengenal pelajaran pembelian, penjualan, laba dan rugi, sebaiknya melalui kegiatan membuka pasar sederhana di kelas. Siswa dianjurkan membawa uang logam atau uang kertas, dalam kegiatan tersebut selain kita mengajarkan matematika materi uang, sekaligus mengajak siswa belajar sambil bermain, anak terpacu untuk jual beli. Di samping itu mereka tahu persis berapa nominal masing-masing uan, sehingga siswa tidak merasa sulit belajar matematika tetapi justru menyenangkan. 

8. Pelajaran matematika bisa diajarkan dengan permainan seperti : rumah penjumlahan, rumah perkalian, teka teki silang matematika, dan cerdas cermat. 

9. Materi matematika dapat disampaikan melalui bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. 

10. Kunci keberhasilan matematika adalah rajin berlatih mengerjakan soal, sesering mungkin menjawab dengan cepat dan tepat dalam waktu singkat, memberi kesempatan untuk mengikuti lomba matematika baik di adakan di dalam sekolah, maupun di luar sekolah. Melalui mental aritmetika juga bagus karena melatih berpikir secara cepat dan tepat. 

11. Yakinlah bahwa matematika itu penting. Matematika menunjang kehidupan sehari-hari maupun iptek. Sukar dibayangkan jika seseorang tidak bisa mengenali angka atau menghitung paling sederhana sekalipun. Atau, kemajun teknologi tanpa disertai kemajuan matematika. 

12. Pelajarilah hal-hal menarik dan menggelitik rasa ingin tahu. 

13. Latih daya tahan menyelesaikan soal matematika. Belajar matematika terasa sulit di depan, tapi kalau sudah masuk sering lupa berhenti. 

14. Sukalah mengotak-atik soal. Kalau menghadapi soal pembuktian yang sulit, misalnya ´jika P makaQ” mintalah dia membaliknya menjadi “jika Q maka P”. Dengan cara ini soal pembuktian yang sulit bisa menjadi mudah. 

15. Canangkan dua wajib. Wajib mempelajari yang sudah dijelaskan. Wajib menyiapkan yang hendak dijelaskan, 

16. Belajar mengajar dengan sepenuh hati. Termasuk mengikuti penjelasan guru dengan senang hati dan aktif menjawab semua pertanyaan dan tugas dari guru. 

17. Kerjakan tugas hingga paham. 

18. Saling bertukar kuis buatan sendiri dengan teman dan menjawabnya. Jawaban kuis diperiksa oleh masing-masing pembuat kuis. 

19. Buatlah catatan lengkap dan rapi, ringkasan konsep dan rumus penting. Dari beberapa alternatif tersebut kita bisa mempraktekan salah satunya untuk malatih kecerdasan matematika kita. Dan diharapkan dapat meningkatkan kecerdasan matematika kita.

Asah daya ingat lewat menulis!


Ada satu kebiasaan yang hilang sejak masuknya teknologi, yaitu menulis secara konvensional. Hari ini, orang lebih suka mengetik lewat gawainya dibanding mencari pulpen dan alas tulis. Kemudian, kebiasaan tersebut menular pada anak-anak. 
Perkenalan anak-anak dengan gawai yang begitu dini mengakibatkan pelajaran menulis bukanlah hal yang menarik lagi. Padahal, menulis diyakini dapat mengasah daya ingat seseorang terutama bagi anak-anak.
Dilansir dari kompas.com, seorang psikolog dari India University, Karin James mengemukakan bahwa keyakinan akan menulis dapat meningkatkan daya kritis termasuk mengasah daya ingat cukup masuk akal. Alasannya, menulis memerlukan pola pikir, pengamatan, dan introspeksi.
"Makin banyak anak menulis, makin mudah bagi mereka mengenali huruf. Pengenalan huruf adalah penanda terbaik ia akan lebih lancar membaca," katanya. 
Untuk menghindari hal tersebut, orang tua harus membangun kembali semangat menulis pada anak. Caranya, simak tips berikut:
Mencatat aktivitas
Mengajak anak untuk membiasakan diri mencatat aktivitas harian cukup menarik untuk dicoba. Letakkan satu buku di kamarnya dan persilakan ia untuk menuliskan aktivitas hari itu sebelum tidur.
Frekuensi menulis yang reguler dapat melatih aktivitas sarafnya. Mereka akan terbiasa menyimpan informasi sehingga daya ingatnya terasah.
Menyiapkan tahun ajaran baru
Saat memasuki tahun ajaran baru, libatkan anak dengan ikut menyampul dan memberi nama pada buku barunya sendiri. Tujuannya untuk melatih kemampuan menulisnya.
Shutterstock Cara lain untuk membangun semangat anak untuk menulis ialah dengan merancang permainan.
Merancang permainan seru
Cara lain membangun semangat anak untuk menulis adalah dengan merancang permainan. Tak perlu rumit, cari permainan yang sederhana.
Misalnya, tantang anak Anda mengikuti apa yang Anda tulis saat mengumpulkan daftar belanjaan bulanan. Permainan kedua, Anda dapat memberi tebak-tebakan sederhana pada Anak dan minta ia untuk menulis jawabannya dalam secarik kertas.
Lawan teknologi dengan teknologi
Kemampuan menulis anak yang terus menurun diperparah dengan kehadiran teknologi. Hadirnya media sosial bahkan mengancam anak-anak semakin akrab dengan bahasa slang dan cenderung kurang memahami penggunaan bahasa Indonesia yang tepat.
Memang, kita tak mungkin bisa menghindari ketika anak kadung lebih suka mengetik dengan gawai ketimbang menulis di kertas atau buku. Hal tersebut masih bisa Anda siasati demi menyesuaikan kebiasaannya. Toh, semua yang dilakukannya adalah hal positif.
Salah satunya melalui smartphone Samsung Galaxy Note 5 yang memiliki fitur S Pen. Layar datar selebar 5,7 inci memfasilitasi kenyamanan ketika menulis pada ponsel. Anak juga dapat akrab dengan S Pen yang dibawa ponsel ini karena berbentuk seperti pulpen mekanik biasa.
Selain itu, terdapat menu Air Command yang muncul setiap kali S Pen dicabut. Dalam menu ini disediakan beberapa aplikasi penunjang kinerja, seperti S Note dan Smart Select yang dapat digunakan untuk mencari sumber pengerjaan serta mencatat tugas sekolah.
Melalui gawai, Anda tetap bisa memberikan wadah yang cocok bagi anak-anak untuk melatih aktivitas sarafnya. Yang perlu diperhatikan adalah, lebih baik si anak memiliki keinginan besar untuk belajar menulis daripada tidak sama sekali.

kompas.com

HIMATIKA Bimbingan Akademik Mahasiswa Baru (BAMBA)

Foto ini diambil pada tanggal 05 September 2015 di Kampus Universitas Galuh Ciamis pada acara Bimbingan Akademik Mahasiswa Baru (BAMBA)

Cara Cepat Belajar Matematika dengan Setrum Otak

merdeka.com, Menghitung dengan cepat sering menjadi momok bagi siapa saja. Namun, dengan sedikit terapi berbahaya, kemampuan ini ternyata bisa dipelajari dengan cepat.
Seperti yang dilansir oleh The Telegraph (16/5), baru saja para peneliti berhasil menemukan sebuah metode baru dalam mempercepat kerja otak untuk merespon berbagai persoalan matematika. Caranya cukup ekstrem, yaitu dengan memberikan otak sedikit kejutan listrik.
Hal ini dibuktikan dengan sebuah penelitian terhadap otak para relawan yang bersedia dijadikan kelinci percobaan. Mereka diukur kemampuan aritmatikanya selama enam bulan sembari diberikan terapi kejut listrik yang tak berbahaya di kepala.
Pemberian kejutan listrik ini pun dibeda-bedakan dari besaran dan jangka waktu terapinya. Ada yang menerima kejutan listrik dengan kekuatan setara baterai AA selama 20 menit sehari selama lima hari, mampu mempercepat kinerja otak mereka hingga 28 persen.
Sayangnya, peningkatan ini sendiri terjadi tidak secara permanen. Tercatat, hanya dalam waktu enam bulan saja performa otak dalam menghitung sudah kembali seperti keadaan normal sebelum diberi kejutan listrik.
Meski begitu, para peneliti dari University of Oxford percaya bahwa penelitian ini bisa diterapkan untuk mereka yang kesulitan dalam mengerjakan berbagai problem seputar matematika. Contohnya saja, mereka yang menderita kelainan diskalkulia, sebuah penyakit mirip disleksia.
Selain itu, bisa dipastikan pula bahwa terapi ini sangat aman untuk diterakpan. Asalkan, harus dengan pengawasan orang yang benar-benar ahli di bidang ini.
"Jumlah listrik yang kami setrumkan sangat kecil dan tak menyakitkan. Sebagian besar bahkan bertanya apakah alat yang kami berikan kepada mereka rusak atau tidak bekerja karena mereka tidak merasakan apapun," terang Dr Roi Cohen Kadosh, pemimpin penelitian.
[nvl]

Tausiyah Ramadhan: Kasih Sayang

"Allah swt melaknat orang yang menyiksa dan mengurung hewan"- Hadits Nabi saw.

Dikisahkan,seorang ibu yang tengah duduk memangku kedua anaknya yang masih balita. Seseorang kebetulan lewat merasa iba dan memberikan tiga butir kurma padanya. Lalu sang ibu memberikan satu kurma untuk anaknya yang besar, kemudian satu kurma lagi diberikan kepada anak yang kecil. Lalu kurma ketiga akan dimakan oleh si ibu. Namun tiba-tiba putranya yang besar meminta kurma itu, karena kurmanya tadi sudah habis. Si ibupun tidak jadi memakannya dan menyerahkan kurma itu kepada si buah hati.

Rasulullah saw mengetahui kejadian itu, beliau ber kata: "Si Ibu itu masuk syurga, karena memberikan kasih sayang kepada anaknya".

Kasih sayang merupakan sifat dasar manusia, bukankah manusia terlahir diawali dari hubungan kasih sayang antara dua makhluk laki-laki dan perempuan. Namun, bisa saja satu lingkungan buruk kemudian mengubah perilaku seseorang, sehingga ia menjadi kasar, bahkan besifat kejam kepada siapapun juga.

Suatu ketika Rasulullah saw didatangi oleh cucu-cucu beliau Hasan dan Husain yang habis bermain di pasir. Kebetulan seorang Arab Badui bernama Aqra bin Habis, menyaksikan peristiwa itu dan berkomentar, "Saya punya cucu sepuluh orang, tapi saya tidak pernah menciumi mereka".

Mendengar ucapan orang itu Rasulullah saw marah dan berkata:"Aku tidak sanggup menumbuhkan kasih sayang di hatimu, bagaimana jika Allah swt mencabutnya. Siapa yang tidak mengasihi yang di bumi, tidak akan dikasihi oleh yang di langit".

Rasulullah saw dikenal bersifat penyayang kepada makhluk Allah swt, apalagi terhadap keluarga sendiri.

Simaklah bagaimana beliau memanggil istirinya Aisyah dengan sebutan humaira (yang kemerahan), panggilan mesra yang menyenangkan hati sang isteri. Bahkan Rasulullah saw pernah sujud lama sekali, sehingga sahabat mengira sedang turun wahyu. Namun rupanya sang cucu menaiki punggungnya, dan beliau tidak ingin menganggu keinginan cucu tercinta tersebut.

Rasulullah saw pernah menangis saat putranya Ibrahim wafat, sehingga Abdurrahman bin Auf bertanya, mengapa beliau saw menangis. "Ini adalah tangisan kasih sayang wahai Ibn Auf"

Rasul melanjutkan pembicaraannya: "Sungguh mata ini berlinang, hati ini sedih, namun kami tidak mengucapkan kata-kata kecuali yang diridhai oleh Allah. Sungguh kami sangat sedih berpisah dengan engkau wahai Ibrāhīm.”

Ramadhan mengajarkan kepada kita untuk berkasih sayang sesama orang beriman. Kita rasakan bagaimana perihnya lapar saat menjelang berbuka, namun ingatlah bahwa kaum fakir miskin hampir setiap hari telah merasakannya.Empati ini tentu akan mengetuk sanubari kita untuk saling berbagi.

Hiasilah rumahmu dengan melati
Hidangkan di meja si lapis legit
Kasihilah makhluk yang ada di bumi
Engkauakan dikasihi Yang di Langit


Penulis : Tifatul Sembiring
Sumber: Ramadhan Antara

RAHASIA PUASA

submitted by  : Drs. H. Ahmad Yani
sumber  : -
Sebagai muslim yang sejati, kedatangan dan kehadiran Ramadhan
yang mulia merupakan sesuatu yang amat membahagiakan kita.
Betapa tidak, dengan menunaikan ibadah Ramadhan, amat banyak
keuntungan yang akan kita peroleh, baik dalam kehidupan di dunia
maupun di akhirat kelak. Disinilah letak pentingnya bagi kita untuk
membuka tabir rahasia puasa sebagai salah satu bagian terpenting
dari ibadah Ramadhan.

Dr. Yusuf Qardhawi dalam kitabnya Al Ibadah Fil Islam
mengungkapkan ada lima rahasia puasa yang bisa kita buka untuk
selanjutnya bisa kita rasakan kenikmatannya dalam ibadah Ramadhan.

1. Menguatkan Jiwa

Dalam hidup, tak sedikit kita dapati manusia yang didominasi oleh
hawa nafsunya, lalu manusia itu menuruti apapun yang menjadi
keinginannya meskipun keinginan itu merupakan sesuatu yang bathil
dan mengganggu serta merugikan orang lain. Karenanya, di dalam
Islam ada perintah untuk memerangi hawa nafsu dalam arti berusaha
untuk bisa mengendalikannya, bukan membunuh nafsu yang membuat
kita tidak mempunyai keinginan terhadap sesuatu yang bersifat
duniawi. Manakala dalam peperangan ini manusia mengalami
kekalahan, malapetaka besar akan terjadi karena manusia yang kalah
dalam perang melawan hawa nafsu itu akan mengalihkan penuhanan
dari kepada Allah Swt sebagai Tuhan yang benar kepada hawa nafsu
yang cenderung mengarahkan manusia pada kesesatan. Allah
memerintahkan kita memperhatikan masalah ini dalam firman-Nya
yang artinya:
Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya
sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan
ilmu-Nya (QS 45:23).

Dengan ibadah puasa, maka manusia akan berhasil mengendalikan
hawa nafsunya yang membuat jiwanya menjadi kuat, bahkan dengan
demikian, manusia akan memperoleh derajat yang tinggi seperti
layaknya malaikat yang suci dan ini akan membuatnya mampu
mengetuk dan membuka pintu-pintu langit hingga segala doaanya
dikabulkan oleh Allah Swt.

Rasulullah Saw bersabda yang artinya: Ada tiga golongan orang yang
tidak ditolak doa mereka: orang yang berpuasa hingga berbuka,
pemimpin yang adil dan doa orang yang dizalimi (HR. Tirmidzi).

2. Mendidik Kemauan

Puasa mendidik seseorang untuk memiliki kemauan yang
sungguh-sungguh dalam kebaikan, meskipun untuk melaksanakan
kebaikan itu terhalang oleh berbagai kendala. Puasa yang baik akan
membuat seseorang terus mempertahankan keinginannya yang baik,
meskipun peluang untuk menyimpang begitu besar. Karena itu,
Rasulullah Saw menyatakan: Puasa itu setengah dari kesabaran.

Dalam kaitan ini, maka puasa akan membuat kekuatan rohani seorang
muslim semakin prima. Kekuatan rohani yang prima akan membuat
seseorang tidak akan lupa diri meskipun telah mencapai keberhasilan
atau kenikmatan duniawi yang sangat besar, dan kekuatan rohani juga
akan membuat seorang muslim tidak akan berputus asa meskipun
penderitaan yang dialami sangat sulit.

3. Menyehatkan Badan

Disamping kesehatan dan kekuatan rohani, puasa yang baik dan
benar juga akan memberikan pengaruh positif berupa kesehatan
jasmani. Hal ini tidak hanya dinyatakan oleh Rasulullah Saw, tetapi
juga sudah dibuktikan oleh para dokter atau ahli-ahli kesehatan dunia
yang membuat kita tidak perlu meragukannya lagi. Mereka
berkesimpulan bahwa pada saat-saat tertentu, perut memang harus
diistirahatkan dari bekerja memproses makanan yang masuk
sebagaimana juga mesin harus diistirahatkan, apalagi di dalam Islam,
isi perut kita memang harus dibagi menjadi tiga, sepertiga untuk
makanan, sepertiga untuk air dan sepertiga untuk udara.

4. Mengenal Nilai Kenikmatan

Dalam hidup ini, sebenarnya sudah begitu banyak kenikmatan yang
Allah berikan kepada manusia, tapi banyak pula manusia yang tidak
pandai mensyukurinya. Dapat satu tidak terasa nikmat karena
menginginkan dua, dapat dua tidak terasa nikmat karena
menginginkan tiga dan begitulah seterusnya. Padahal kalau manusia
mau memperhatikan dan merenungi, apa yang diperolehnya
sebenarnya sudah sangat menyenangkan karena begitu banyak orang
yang memperoleh sesuatu tidak lebih banyak atau tidak lebih mudah
dari apa yang kita peroleh.

Maka dengan puasa, manusia bukan hanya disuruh memperhatikan
dan merenungi tentang kenikmatan yang sudah diperolehnya, tapi
juga disuruh merasaakan langsung betapa besar sebenarnya nikmat
yang Allah berikan kepada kita. Hal ini karena baru beberapa jam saja
kita tidak makan dan minum sudah terasa betul penderitaan yang kita
alami, dan pada saat kita berbuka puasa, terasa betul besarnya nikmat
dari Allah meskipun hanya berupa sebiji kurma atau seteguk air.
Disinilah letak pentingnya ibadah puasa guna mendidik kita untuk
menyadari tinggi nilai kenikmatan yang Allah berikan agar kita
selanjutnya menjadi orang yang pandai bersyukur dan tidak
mengecilkan arti kenikmatan dari Allah meskipun dari segi jumlah
memang sedikit dan kecil. Rasa syukur memang akan membuat nikmat
itu bertambah banyak, baik dari segi jumlah atau paling tidak dari segi
rasanya, Allah berfirman yang artinya: Dan (ingatlah juga), tatkala
Tuhanmu memaklumkan:
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah
(nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka
sesungguhnya azab-Ku sangat pedih (QS 14:7).

5. Mengingat dan Merasakan Penderitaan Orang Lain

Merasakan lapar dan haus juga memberikan pengalaman kepada kita
bagaimana beratnya penderitaan yang dirasakan orang lain. Sebab
pengalaman lapar dan haus yang kita rasakan akan segera berakhir
hanya dengan beberapa jam, sementara penderitaan orang lain entah
kapan akan berakhir. Dari sini, semestinya puasa akan menumbuhkan
dan memantapkan rasa solidaritas kita kepada kaum muslimin lainnya
yang mengalami penderitaan yang hingga kini masih belum teratasi,
seperti penderitaan saudara- saudara kita di Ambon atau Maluku,
Aceh dan di berbagai wilayah lain di Tanah Air serta yang terjadi di
berbagai belahan dunia lainnya seperti di Chechnya, Kosovo, Irak,
dan sebagainya.

Oleh karena itu, sebagai simbol dari rasa solidaritas itu, sebelum
Ramadhan berakhir, kita diwajibkan untuk menunaikan zakat agar
dengan demikian setahap demi setahap kita bisa mengatasi
persoalan-persoalan umat yang menderita. Bahkan zakat itu tidak
hanya bagi kepentingan orang yang miskin dan menderita, tapi juga
bagi kita yang mengeluarkannya agar dengan demikian, hilang
kekotoran jiwa kita yang berkaitan dengan harta seperti gila harta,
kikir dan sebagainya.

Allah berfirman yang artinya: Ambillah zakat dari sebagian harta
mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan
mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu
(menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar
lagi Maha Mengetahui (QS 9:103).

SAMBUT DENGAN GEMBIRA

Karena rahasia puasa merupakan sesuatu yang amat penting bagi
kita, maka sudah sepantasnyalah kalau kita harus menyambut
kedatangan Ramadhan tahun ini dengan penuh rasa gembira
sehingga kegembiraan kita ini akan membuat kita bisa melaksanakan
ibadah Ramadhan nanti dengan ringan meskipun sebenarnya ibadah
Ramadhan itu berat.

Kegembiraan kita terhadap datangnya bulan Ramadhan harus kita
tunjukkan dengan berupaya semaksimal mungkin memanfaatkan
Ramadhan tahun sebagai momentum untuk mentarbiyyah (mendidik)
diri, keluarga dan masyarakat kearah pengokohan atau pemantapan
taqwa kepada Allah Swt, sesuatu yang memang amat kita perlukan
bagi upaya meraih keberkahan dari Allah Swt bagi bangsa kita yang
hingga kini masih menghadapi berbagai macam persoalan besar. Kita
tentu harus prihatin akan kondisi bangsa kita yang sedang mengalami
krisis, krisis yang seharusnya diatasi dengan memantapkan iman dan
taqwa, tapi malah dengan menggunakan cara sendiri- sendiri yang
akhirnya malah memicu pertentangan dan perpecahan yang justeru
menjauhkan kita dari rahmat dan keberkahan dari Allah Swt.

Oleh karena itu, tepat apabila tema Ramadhan tahun ini adalah:
JALIN UKHUWAH, SATUKAN LANGKAH. Semoga hikmah
Ramadhan tahun ini dapat memperbaiki diri, keluarga, masyarakat,
bangsa dan negara kearah yang diridhai Allah Swt. Selamat
Menunaikan Ibadah Ramadhan 1434 H. 

Memahami Keindahan Matematika

Matematika sebenarnya merupakan materi yang menyenangkan, jika kita pandai matematika berarti kita sudah terlatih untuk teliti, berpikir kritis dan praktis, namun banyak sekali siswa yang merasa bahwa matematika identik dengan pelajaran yang amat sulit dan menegangkan, sehingga kurang diminati oleh siswa. Berikut beberapa alternatif agar pembelajaran matematika jadi lebih menarik : 
1. Pemahaman rumus matematika dengan permainan. 
2. Penggunaan alat peraga 
3. Penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian harus dipahami benar, terutama dalam soal-soal yang bervariasi di dalam soal cerita. 
4. Sering mengadakan diskusi atau kerja sama untuk menentukan tahap-tahap penyelesaian soal-soal secara cepat, tepat dan mudah dipahami. 
5. Memperkenalkan berbagai macam bentuk bangun geometri melalui papan berpaku, sekaligus belajar mempelajari cara mencari luas dan volume bangun, mengukur panjang, pendek, berat suatu benda. Siswa dibiasakan untuk bisa menggambar sendiri bentuk bangun-bangun tersebut dan mencoba mengukur atau menimbang berat benda. Mencari simetri lipat. 
6. Fasilitas ruang kelas juga bisa digunakan sebagai alat peraga yang efisien misalnya belajar pengubinan. 
7. Untuk mengenal pelajaran pembelian, penjualan, laba dan rugi, sebaiknya melalui kegiatan membuka pasar sederhana di kelas. Siswa dianjurkan membawa uang logam atau uang kertas, dalam kegiatan tersebut selain kita mengajarkan matematika materi uang, sekaligus mengajak siswa belajar sambil bermain, anak terpacu untuk jual beli. Di samping itu mereka tahu persis berapa nominal masing-masing uan, sehingga siswa tidak merasa sulit belajar matematika tetapi justru menyenangkan. 
8. Pelajaran matematika bisa diajarkan dengan permainan seperti : rumah penjumlahan, rumah perkalian, teka teki silang matematika, dan cerdas cermat. 
9. Materi matematika dapat disampaikan melalui bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. 
10. Kunci keberhasilan matematika adalah rajin berlatih mengerjakan soal, sesering mungkin menjawab dengan cepat dan tepat dalam waktu singkat, memberi kesempatan untuk mengikuti lomba matematika baik di adakan di dalam sekolah, maupun di luar sekolah. Melalui mental aritmetika juga bagus karena melatih berpikir secara cepat dan tepat. 
11. Yakinlah bahwa matematika itu penting. Matematika menunjang kehidupan sehari-hari maupun iptek. Sukar dibayangkan jika seseorang tidak bisa mengenali angka atau menghitung paling sederhana sekalipun. Atau, kemajun teknologi tanpa disertai kemajuan matematika. 
12. Pelajarilah hal-hal menarik dan menggelitik rasa ingin tahu. 
13. Latih daya tahan menyelesaikan soal matematika. Belajar matematika terasa sulit di depan, tapi kalau sudah masuk sering lupa berhenti. 
14. Sukalah mengotak-atik soal. Kalau menghadapi soal pembuktian yang sulit, misalnya ´jika P makaQ” mintalah dia membaliknya menjadi “jika Q maka P”. Dengan cara ini soal pembuktian yang sulit bisa menjadi mudah. 
15. Canangkan dua wajib. Wajib mempelajari yang sudah dijelaskan. Wajib menyiapkan yang hendak dijelaskan, 
16. Belajar mengajar dengan sepenuh hati. Termasuk mengikuti penjelasan guru dengan senang hati dan aktif menjawab semua pertanyaan dan tugas dari guru. 
17. Kerjakan tugas hingga paham. 
18. Saling bertukar kuis buatan sendiri dengan teman dan menjawabnya. Jawaban kuis diperiksa oleh masing-masing pembuat kuis. 
19. Buatlah catatan lengkap dan rapi, ringkasan konsep dan rumus penting. Dari beberapa alternatif tersebut kita bisa mempraktekan salah satunya untuk malatih kecerdasan matematika kita. Dan diharapkan dapat meningkatkan kecerdasan matematika kita.